Jumat, 07 Maret 2008

Membuat Bio diesel

STUDI KEPUSTAKAAN DAN PRAKTEK

ENERGI TERBARUKAN BIODIESEL

BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH

(Waste Vegetable Oil)

&

TINJAUAN TEKNIS EKONOMIS

Oleh

Fidelis Susilo Hartoko

Semakin aku banyak membaca,

semakin aku banyak berpikir

Semakin aku belajar, semakin aku menyadari

bahwa banyak hal yang tidak aku ketahui…

Voltaire

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih, kepada Tuhan yang telah melimpahkan kemurahan rahmatNya kepada saya, hingga praktek penelitian kecil tahap pertama ini bisa berjalan, juga tidak lupa saya mengucapkan kepada orang-orang disekeliling saya yang mendukung penelitian kecil ini seperti :

1. Mike Pealy, untuk Single Base metodenya.

2. Aleks Kac, untuk two base metodenya.

3. Ibu, Karena ibu saya yang memberikan ide untuk mempelajari Biodiesel.

4. Ibu Nano Suwarno yang selalu menyisihkan jelantahnya untuk penelitian kecil ini.

5. Warung Gudeg Ibu Prapto, terima kasih atas jelantahnya.

6. Tante Nani terima kasih untuk jelantahnya.

7. Tanti dan Ari Kristanto terima kasih untuk jelantah dan gallon ukuran 5 liternya, yang berguna untuk proses pencucian biodiesel.

8. Benny Kelana, untuk Pompa udara aquarium, yang berguna untuk proses pencucian biodiesel (Idaho Bubble wash method).

9. Mas Tanto terima kasih untuk Briket tabung reaksinya.

10. Toko Alfa kimia, atas pinjaman timbangan elektronik untuk NaOH Bacth biodiesel terakhir.

11. Bapak Willy Najoan Direktur utama PT. Quadra Solution, teman yang baru saya kenal tetapi sangat respect terhadap penelitian kecil ini, yang memberikan semangat baru.

12. Ibu Stephine de Rozari, HR manager PT. Quadra Solution, terima kasih buat dukungannya.

Saya sadar penelitian kecil ini jauh dari sempurna karena keterbatasan alat dan pengetahuan saya dibidang kimia, saya berusaha akan mempelajari lebih lanjut mengenai metode pembuatan biodiesel agar hasil rendemen semakin banyak dan baik, juga aplikasi penggunaannya terhadap kinerja mesin diesel, tidak lupa saya juga memohon kritik dan saran agar hasil penelitian kecil ini lebih sempurna dan berguna bagi masyarakat, untuk menuju keluarga Indonesia yang mandiri energi.

BAB I.

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Ketika harga bahan baku minyak bumi menjadi 100 USD per barrel maka problem energi telah berada di depan mata kita, harga BBM akan dinaikan untuk mengurangi beban subsidi oleh pemerintah. Walaupun harga tersebut sangat mahal tampaknya para konsumen tidak keberatan, namun kekawatiran akan habisnya minyak dari fossil menjadi perhatian besar di masa depan.

Banyak hal yang mengakibatkan semakin mahalnya harga minyak bumi, berbagai macam teori telah diungkapkan oleh berbagai kalangan, dari mulai gejolak perang di timur tengah, hingga bencana alam, tetapi hal yang paling mendasar dan menjadi fakta yang kita tidak dapat ditolak minyak bumi suatu saat akan habis, minyak bumi adalah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, minyak bumi dapat diambil dan dipergunakan selama cadangan minyak diperut bumi masih tersedia.

Dengan berkembangnya teknologi yang semakin bergantung pada energi yang berasal dari minyak bumi dan pertambahan penduduk yang semakin pesat , diprediksi minyak habis 100 tahun kedepan , akan habis dalam waktu singkat. Oleh karena itu upaya pencarian energi pengganti terus dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan miyak nabati atau hewani (baru atau bekas). Rudolph Diesel penemu mesin diesel pada tahun 1900 saat pameran otomotif di Paris sudah memakai bahan bakar dari minyak nabati untuk mobil penemuannya, saat itu dia menggunakan minyak yang berasal dari kacang. Pada tahun 1911 Rudolph Diesel menyatakan motor diesel dapat menggunakan minyak dari tumbuh-tumbuhan, sehingga dapat juga mengembangkan dunia pertanian (Willie Nelson, 2005) Minyak yang berasal dari tanaman merupakan bahan yang terbarukan, ramah lingkungan dan ada dimana-mana. Tetapi sayang mesin Rudolph Diesel tidak popular untuk menggunakan bahan bakar dari minyak tanaman, karena kalah bersaing dengan minyak bumi (diesel petroleum) yang murah dan mudah didapat.

Biodiesel adalah merupakan bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati atau hewani (Graydon Blair, 2005) biodiesel adalah transformasi dari sinar matahari menjadi energi kinetik yang paling mudah bersih dan effisien. Bahan bakar ini tidak hanya dapat diproduksi dari minyak nabati atau hewani baru tapi juga dari minyak goreng bekas.

Minyak nabati merupakan Trigliserida melalui reaksi Transesterifikasi dengan Metanol akan menghasilkan Gliserin dan metil oleat atau biodiesel.

Dari uraian di atas terlihat beberapa keuntungan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif untuk pencampur/penggganti minyak solar/diesel, antara lain sebagai berikut:

· Merupakan sumber energi terbarukan.

· Pembuatan lebih mudah karena bahan baku ada disekitar kita.

· Dapat mengurangi penggunaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi.

· Emisi biodiesel lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar dari minyak bumi

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Naskah ini disusun dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang materi, gagasan, pokok-pokok pikiran dan analisa ekonomi secara singkat.

C. METODOLOGI

Dalam penyusunan naskah ini, Penulis melakukan suatu kajian ilmiah secara sistematik dan sederhana, dengan metodologi sebagai berikut:

· Kajian Pustaka

· Praktek pembuatan Biodiesel

· Analisis dan Evaluasi

· Penyusunan Naskah

Penyusunan materi naskah akademik juga memperhatikan kaidah-kaidah penulisan, juga dilengkapi dengan analisis SWOT seperti dibawah ini :

Analisa SWOT

Kekuatan (Streng)

  • Teknologi biodiesel mudah dikuasai dan dipraktekan oleh setiap lapisan masyarakat.
  • Biodiesel ramah lingkungan. (kadar belerang lebih rendah daripada minyak solar atau bensin )
  • Energi terbarukan.
  • Dapat mengurangi beban lingkungan karena sampah.

Kelemahan (Weakness)

  • Harga bahan baku minyak murni (virgin Vegetable Oil (VVO) tinggi, tidak ekonomis sebagai bahan baku.
  • Kesadaran masyarakat kebanyakan tentang kesehatan masih rendah dilihat dari pemakaian minyak goreng tidak ada sisa, seperti kita ketahui asam lemak pada minyak yang telah dipakai lebih dari 4 kali sangat tinggi, yang dapat memacu timbulnya sel kanker.

Peluang (Opportunity)

  • Kebutuhan energi meningkat (cadangan minyak dari fossil terbatas)
  • Biodiesel sebagai energi pengganti
  • Pembangunan kilang biodiesel lebih murah dibanding kilang BBM
  • Peluang bisnis baru
  • Menghemat devisa

Ancaman (Threath)

  • Adanya Kebijakan Subsidi BBM
  • Masuknya BBM impor
  • Secara nasional roda pembangunan akan terganggu
  • Pemalsu minyak murni, yang mengambil bahan baku dari jelantah untuk dijadikan minyak goreng murni, yang jika dilihat dari segi higienis, sangat membahayakan buat kesehatan.

D. RUANG LINGKUP PENGKAJIAN

Lingkup pengkajian dimulai dengan kajian pustaka. Selanjutnya diikuti oleh Materi yang memuat berbagai aspek dalam penggunaan biodiesel dan diakhiri dengan praktek pembuatan biodiesel untuk skala 1 liter serta analisa ekonomi produksi biodiesel sebagai bahan bakar.

BAB II.

PENGGUNAAN BIODIESEL

Biodiesel yang diperoleh dari hasil transesterifikasi dengan methanol dapat dipergunakan dalam keadaan murni atau campuran dengan solar. Biodiesel dapat dipergunakan langsung 100 % biasa yang dikenal dengan B100, namun harus diperhatikan biodiesel adalah ester yang dapat melunakan polimer karet, sehingga jika dipergunakan murni akan merusak komponen kendaraan yang terbuat dari karet, jadi ada modifikasi sedikit untuk penggantian bahan yang terbuat dari bahan tahan ester (seperti plastik), sebagai alternatif adalah mencampur biodiesel sebanyak 20% dalam minyak solar yang selanjutnya dikenal dengan B20 (trans pakuan bogor telah menggunakan), campuran ini dapat digunakan langsung tanpa modifikasi atau penggantian peralatan bahan dari jenis karet. Kita ketahui pada otomotif banyak menggunakan bahan karet sebagai pipa saluran bahan bakar, seal paking. Berdasarkan penelitian Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian di serpong yang menggunakan mesin diesel type Yanmar TF 5,5 L untuk traktor tangan yang diaplikasikan langsung untuk mengolah lahan sawah dan lahan kering, menunjukan bahwa bahan bakar campuran biodiesel 30% hasil kinerjanya tidak berbeda jauh dengan penggunaan solar murni.

Biodiesel dapat dipergunakan untuk keperluan lain seperti; perlindung kayu termasuk interior rumah yang terbuat dari kayu, sebagai pelindung korosi pada peralatan rumah tangga, atau alat-alat yang terbuat dari logam, biodiesel dapat dicampur pada mesin bensin 2 tak untuk pelumasan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis campuran biodiesel 50ml dan minyak tanah 50ml dapat menyalakan lampu dengan sumbu selama 5,5 jam sedangkan minyak tanah murni hanya setengahnya, biodiesel tidak dapat dipergunakan secara murni untuk kompor dengan sumbu karena karakteristik perambatannya kurang, tetapi untuk kompor yang menggunakan tekanan oksigen (kompor tukang nasi goreng, petromak) biodiesel dapat digunakan dalam keadaan murni..

BAB III

PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH
SKALA 1 LITER

3.1 Bahan baku yang dibutuhkan :

1. Minyak Jelantah ( Waste vegetable oil) 1 liter.

2. Caustic soda (soda Api/NaOH) 5gr per liter jelantah

3. Methanol 200ml/liter jelantah. (20 % )

4. Tabung Erlenmeyer skala 1 liter

5. Funnel separarasi ( digunakan untuk memisahkan gliserin, air, dan biodiesel)

6. Timbangan (lebih bagus digital Karena presisi tinggi, harga bervariasi dari Rp. 400 ribu – Rp.1 Jt), untuk memakai timbangan kue tidak masalah, tetapi harus hati-hati agar tidak kelebihan menimbang katalisnya.

7. Pemanas (kompor) biasa atau elektronik.

8. Mixer (untuk pengadukan)

9. Thermometer 110C.

Metode Mike Pealy (US North West) , direkomendasikan oleh Aleks Kac (slovenija)

Kita dapat memodifikasi semua alat yang dibutuhkan, karena jika kita beli harganya sangat mahal apalagi untuk funnel separasi, funnel separasi dapat kita buat dari botol aqua bekas dan tidak ada masalah saya sudah membuktikannya, tetapi untuk timbangan lebih baik gunakan yang elektronik digital karena saya sudah mencoba menggunakan timbangan kue banyak gagalnya (timbangan kue perhitungan terkecil adalah 10gr sedangkan maksimal yang kita butuhkan 3,5 – 6.25gr) dan saya menggunakan perkiraan (yang sebenarnya tidak boleh dalam melakukan konversi reaksi), untuk bacth terakhir saya menggunakan timbangan digital dan diperoleh hasil rendemen yang cukup tinggi serta biodiesel tampilannya lebih cerah.

Hati- hati!!! untuk bekerja dengan soda api, karena dapat merusak kulit, gunakan kaca mata untuk melindungi mata. Pakailah bahan kimia yang murni untuk mendapatkan biodiesel dengan kualitas bagus.

Agar lebih sempurna dalam praktek kita harus mengenal titrasi, Titrasi, digunakan untuk mengetahui jumlah katalis (NaOH) yang diperlukan, karena kondisi minyak jelantah berbeda-beda tergantung pada pemakaian. Katalis digunakan untuk menetralkan Free Fatty Acid (asam lemak bebas pada minyak jelantah). Mengapa? Minyak jelantah mengandung asam lemak tinggi? ketika minyak digunakan untuk menggoreng terjadi peristiwa oksidasi, hiodrolisis yang memecah molekul minyak menjadi asam, proses ini bertambah besar dengan pemanasan yang tinggi dan waktu yang lama selama menggoreng makanan.

Titrasi memerlukan :

1. air murni

2. wadah ukuran 1 liter.

3. piring kecil 2 buah

4. isopropyl alcohol

5. Pipet

6. alat suntik

7. PH meter

8. Tabung pengukur ukuran 50ml.

3.2 Basic Titrasi

1. Tuangkan 1 gr NaOH kedalam 1 liter air murni, setiap 1ml berarti mengandung 1/1000gr NaOH. Campuran tidak dipakai semua (buat cadangan)

2. Siapkan piringan 1, tuangkan 5ml campuran NaOH dan air murni, lalu tambahkan 45 air murni .

3. Tuangkan 40ml isopropyl alcohol ke piringan 2, lalu tuangkan 4ml minyak jelantah yang sudah dipanaskan, aduk hingga merata, jaga campuran tetap hangat agar tidak terpisah. Cek PH .

4. Tuangkan 1ml campuran dari piringan 1 ke piringan 2

5. Ukur dan catat PH piringan 2

6. Ulangi hinggal level PH melonjak 2- 3 kali.

7. Yang dibutuhkan adalah PH 8,5

8. Setelah mencapai angka 8,5 berarti minyak telah dinetralkan dari asam lemak.

Penghitungan titrasi

Setiap minyak goreng murni membutuhkan 3,5 gr NaOH untuk proses transesterifikasi (angka berdasarkan rumus dari Idaho University). Dilain waktu saya lanjutkan mengenai darimana angka 3,5 gr ini.

Jadi misalkan jika kita akan mengolah minyak goreng jelantah, mendapatkan 1.5ml titrasi sdh mampu menaikan PH dan menetralkan asam lemak. Maka angka 1.5ml menunjukan jumlah gr NaOH yang dibutuhkan, perhitungannya menjadi :.

Untuk 1 liter jelantah menggunakan NaOH :

1.5gr + 3.5 = 5gr NaOH./liter minyak jelantah.

3.3 Prosedur Pengolahan

Proses diatas adalah proses transester untuk minyak murni, sedangkan untuk jelantah ada sedikit perbedaan, yaitu kadar air (Water Content) harus dihilangkan terlebih dahulu, titrasi harus dilakukan agar katalis yang dibutuhkan benar – benar tepat, hal ini dilakukan untuk menghindari emulsi, atau reaksi penyabunan yang sangat menyulitkan dalam mengendapkan gliserin dan pencucian.

1. Pembuangan kadar air pada minyak jelantah, ada 2 cara :

    1. panaskan minyak hingga suhu 100c, jika minyak sudah tidak mengeluarkan gelembung udara lagi, berarti kadar air dalam minyak telah hilang.
    2. Panaskan minyak hingga suhu 70C selama 15 menit, lalu diamkan selama 1 malam , setelah ambil minyak bagian atasnya.(lebih hemat energi)
  1. Pertahankan suhu minyak hingga 50C. jangan melebihi hingga 100C, alcohol akan habis menguap.
  2. Pembuatan larutan Metoksida, siapkan methanol murni 99 % dalam satu wadah, lalu taburkan 5,5 gr NaOH murni 99%, kocok campuran tersebut dibotol tertutup sampai NaOH larut.hati-hati bekerja dengan larutan ini.
  3. Lalu masukan sodium metoksida kedalam minyak. (proses harus tertutup total, agar alcohol tidak menguap)
  4. Aduk dengan kecepatan 300 rpm selama 1 jam.
  5. Setelah 1 jam, pindahkan minyak kedalam wadah, lalu diamkan selama 4 jam, maka akan terlihat 2 lapisan, lapisan bawah yang berwarna coklat kehitaman adalah lapisan gliserin yang mengandung alkohol, lapisan atas adalah metil ester atau biodiesel.
  6. Kuras lapisan gliserin, simpan gliserin karena berguna sebagai bahan baku sabun, harganya lebih mahal daripada alcohol.
  7. setelah terpisah dari gliserin, biodiesel dicuci dengan air, jumlah air yang diperlukan 50% dari jumlah biodiesel yang dihasilkan, masukan air hangat secara perlahan, lalu diamkan selama 1 jam, air terlihat keruh, lalu gunakan metode bubble selama 6 jam untuk memurnikan biodiesel.
  8. Setelah bubble selesai, buang air, lalu tambahkan air hangat yang baru, lakukan sampai air menjadi bening.

Pisahkan biodiesel dari air, lalu tempatkan pada wadah diamkan selama beberapa hari, agar hasilnya lebih sempurna untu bahan bakar.

BAB IV.

ANALISA TEKNIS EKONOMI

PRODUKSI BIODIESEL

Pada penelitian ini pada kondisi variasi 20 % volume alcohol, dan jumlah katalis 5 gr, didapat konversi sebanyak 80% volume minyak jelantah, tulisan ini diharapkan dapat memberikan gambaran potensi pengembangan biodiesel di Indonesia untuk menuju Bangsa yang mandiri energi, dengan memanfaatkan salah satu jenis bahan bakunya yaitu minyak jelantah. Gambaran potensi dapat dilihat pada table uji performa dan sifat fisik biodiesel.

Analisis laboratorium sifat-sifat biodiesel dari minyak jelantah

Sifat Fisik

Unit

Hasil

ASTM standar Solar

Flash point

0C

170

Min 100

Viskositas (40C)

Cst

4,9

1,9 – 6.

Bilangan Setana

-

49

Min.40

Cloud Point

C

3,3

-

Sulfur Content

%m/m

<<0.01

0.05 max

Caloric value

KJ/kg

38.542

45.343

Density(15C)

Kg/l

0.93

0.84

Gliserin bebas

Wt.%

0.00

Maks 0.02

Sumber : National Biodiesel Board

Terlihat parameter fisik yang ditampilkan masih berada dalam standar dari ASTM (American Standar Technical Measurement), kecuali harga caloric value yang sedikit lebih kecil dibanding solar, saat membandingkan biodiesel dengan solar perhatikan nilai emisi bahan bakar, hidrokarbon yang dihasilkan biodiesel lebih kecil 30% daripada solar, sehingga secara keseluruhan tingkat emisi biodiesel lebih rendah dibanding solar. Lebih ramah lingkungan.

Ditinjau dari sudut pandang ekonomis produksi dari minyak jelantah ini . bahan baku yang dibutuhkan adalah :

1. Minyak jelantah (bisa didapat secara gratis dari restoran, atau dihargai Rp. 500/liter

2. Metanol Rp. 7000/liter

3. NaOH Rp. 7000/kg

Konversi reaksi 80%, berarti setiap 1 liter jelantah akan menghasilkan biodiesel sebanyak 800ml, methanol yang digunakan untuk setiap 1 liter jelantah 200ml, sedangkan NaOH yang dipakai 5gr, setiap 1 liter jelantah.

Jadi biaya produksi total untuk menghasilkan 1 liter biodiesel :

1. Minyak Jelantah = 100/80 x Rp. 500 = Rp. 625.

2. Metanol = 200ml/1000ml x Rp. 7,000 x 100/80 = Rp. 1,750

3. NaOH kira – kira kita hargai Rp. 50 / liter biodiesel

4. Utilitas (listrik dll) kita hargai Rp. 100/liter biodiesel

Total biaya produksi untuk menghasilkan 1 liter biodiesel = Rp. 2,525 (Asumsi harga minyak jelantah Rp. 500/liter) jika gratis maka menjadi Rp. 2,025/liter bandingkan dengan harga solar yang saat ini Rp. 4,500/liter, solar untuk industri Rp. 6,000/liter, minyak tanah Rp. 4,000/liter.

BAB V

KESIMPULAN

1. Proses Transesterifikasi merupakan proses utama pembuatan biodiesel, karena disini merupakan kunci terbentuk Metyl Oleat yang disebut sebagai biodiesel.

2. Minyak nabati merupakan campuran trigliserida dan asam lemak bebas, kandungan asam lemak akan mempengaruhi proses produksi biodiesel dan produk yang dihasilkan.

3. Dalam pendirian suatu pabrik biodiesel perlu dilakukan kajian beberapa teknologi agar mendapatkan hasil yang optimum dari biodiesel dengan memperhatikan jenis minyak nabati yang digunakan. Factor yang sangat dominan dalam pendirian pabrik adalah harga bahan baku dan biaya kapital, oleh karena belum dilakukan kajian kelayakan pendirian pabrik biodiesel perlu dilakukan kajian dari hasil pembuatan biodiesel skala kecil.

4. Biodiesel berbahan baku minyak jelantah adalah sumber energi baru yang dapat diperbanyak dan ramah lingkungan.

5. Setiap keluarga dapat membuat biodiesel sendiri untuk kebutuhan energinya (sebagai aditif dari minyak tanah atau digunakan murni), ini ada langkah menuju keluarga Indonesia yang mandiri Energi.

6. Pertamina sebagai pemasok BBM distribusinya belum merata, kita bisa lihat selalu terjadi kelangkaan BBM di pinggiran Jakarta dan pulau luar Indonesia (kalimantan, Papua, NTB) dengan diberikannya pendidikan pembuatan biodiesel secara sederhana maka masyarakat tidak akan bergantung lagi kepada pertamina. mereka dapat mengusahakan energi sendiri.

7. PLN, sebagai pemasok listrik kinerjanya tidak effisien, terjadi jadual pemadaman, dan ini berimbas besar kepada pengusaha-pengusaha kecil yang sangat mengandalkan listrik untuk usahanya seperti (bengkel, industri rumahan, warnet) dengan genset sederhana bermesin diesel dan berbahan bakar biodiesel kendala energi dapat dipecahkan.

8. Petani, Nelayan, transportasi mereka semua dapat memakai biodiesel untuk perkembangan usaha mereka, seperti kata Rudolph Diesel “ mesin diesel dapat menggunakan bahan bakar dari miyak tanaman”.

9. Bumi makin tua, jika kita tidak merawat bumi ini maka alam akan tidak akan bersahabat dengan kita, seperti kita rasakan saat ini Iklim yang berubah karena efek dari pemanasan global, dan penyumbang polusi terbesar adalah polutan dari mesin berbahan bakar minyak fossil. Biodiesel adalah bahan bakar yang ramah lingkungan (Green and Clean).

10. Biodiesel tidak hanya dapat dibuat dari minyak sawit /Crude palm oil (CPO) tapi juga dapat dibuat dari Jarak pagar (Jatropha Curcas), Minyak kedelai (soybean), minyak kelapa (coconot oil)

11. Dibutuhkan kesabaran untuk membuat biodiesl sendiri, dengan kesabaran kita dapat belajar dengan tenang mengenai proses reaksi, untuk mendapatkan kualitas biodiesel standar international ( ASTM, DIN 51606).

12. Untuk lebih mempercepat terealisasinya keluarga mandiri energi, dibutuhkan penyebaran pembuatan biodiesel secara sederhana tanpa penggunaan alat kimia yang mahal tetapi tepat guna hingga bisa menjadi Biodiesel dengan kualitas yang bagus ke masyarakat, dengan metode penyebaran melalui pengajaran langsung setelah sebelumnya kita praktekkan, atau lewat internet.

13. Bung Karno mengatakan “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa-jasa pahlawannya” tetapi dengan perkembangan waktu, teknologi dan laju pertumbuhan penduduk maka “Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menguasai Energi dan makanan (sebagai sumber energi manusia)”.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Mike Pealy metode (single base method) www.journeyforever.com
  2. Aleks Kac receipt (two Base method for transesterifiction) www.journeyforever.com
  3. Biodiesel sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BPP Mektan) 2005.
  4. Upaya mengurangi ketergantungan minyak bumi, Johan Nasiri 2006.
  5. Teknologi Pembuatan Biodiesel, Martini Rahayu 2005
  6. Biodiesel Specification, National Biodiesel Board.
  7. Continous Trans esterfication reactor, www.biodiesel.org
  8. Small Scale biodiesel production, www.chemistryland.com
  9. Teknis pembuatan Biodiesel dari jelantah Ihwan Ulul Firdaus 2005.
  10. Biodiesel, BBM alternatif pengganti solar, SRBC Surfaktan. IPB.
  11. Using biodiesel in diesel engine, Utah biodiesel cooperative, Graydon Blair 2004. www.utah biodiesel.org.
  12. Home of farm fresh biodiesel, Willie Nelson 2005. www.wnbiodiesel.com
  13. Idaho Bubble metode, www.idahouniversity.com
  14. Basic Titration, www.journeyforever.com

LAMPIRAN

Bahan Baku

Proses penyaringan minyak jelantah

Pembuatan Sodium Metoksida

Proses Pengendapan Gliserin

Proses Pemisahan Gliserin & Metyl Ester

Idaho Bubble wash Method

Pemisahan air dari metyl ester

B100 emas cair, energi terbarukan

1 komentar:

Jimmy mengatakan...

tetapi untuk kompor yang menggunakan tekanan oksigen (kompor tukang nasi goreng, petromak) biodiesel dapat digunakan dalam keadaan murni..

ah masa iya? bagaimana dengan etahnol 70 % yang konon katanya bisa jadi pengganti minyak tanah? apa kompor minyak tanah bisa digunakan untuk ethanol 70 % ?